Kenali dulu! Jenis kopi arabika kualitas dunia dan menguntungkan!

Kopi Arabika adalah salah satu dari dua tanaman kopi yang dibudayakan secara global selain kopi robusta. Kopi arabika ini adalah salah satu jenis kopi yang berkembang banyak di daerah Amerika Tengah, dan selatan, dan juga sebagian besar Negara Afrika Timur. Jenis kopi ini juga bisa menghasilkan kualitas terbaik dengan cup tertinggi.

Kopi arabika dianggap memiliki kualias yang terbaik jika dibandingkan dengan jenis kopi tandigannya. Hal ini bisa dilihat dari harga jualnya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan kopi yang sejenis. Kopi arabika juga hanya bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal apabila kopi ini ditanam di dataran tinggi.

Kopi arabika bisa tumbuh baik jika ditanam di ketinggian 1000-2000 mdpl dan dengan curah hujan yang berkisar antar 1200-2000 mm per tahun. Suhu yang paling cocok untuk tanaman ini tumbuh sekitar 15-24oC. Tanaman ini tidak akan bisa bertahan pada cuaca yang mendekati beku dibawah 4oC.Untuk bisa berbunga dan dapat menghasilkan buah, tanaman ini juga butuh adanya periode kering selama 4-5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon arabika ini akan berbunga diakhir musim penghujan. Dan jika bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras maka akan gagal berbuah.

Kopi arabika suka dengan tanah yang kaya akan kandungan bahan organik. Tingkat keasaman yang dibutuhkan kopi arabika untuk bertahan hidup adalah berkisar antara 5,5-6.

Ada sebagian jenis kopi Arabika yang juga disebut dengan kultivar, dan semuanya itu dikenal karena memiliki rasa dan cirinya masing-masing. Meskipun beberapa kultivar berkembang lebih baik di bawah beberapa kondisi geografis daripada yang lain, akan tetapi mereka tidak mengacu pada wilayah di mana kopi tertentu ditanam. Akan tetapi, mereka adalah hasil dari campuran ketika spesies yang berbeda dikawinkan silang.

Dari sekian banyak jenis kultivar, berkut ini adalah beberapa jenis yang paling populer:

Typica: Kultivar ini biasa ditanam di daerah penghasil kopi. Ini adalah kultivar dimana banyak kultivar yang lain juga yang telah dikembangkan. Pohon kopi ini mempunyai batang utama dan dengan batang sekunder yang bisa tumbuh dengan sedikit miring. Dengn cabang lateral yang membentuk sudut sekitar 50-70 °dan dengan batang. Meskipun pohon kopi typica memiliki hasil yang rendah, tapi mereka tetap bisa menghasilkan kacang dengan kualitas yang tinggi.

Bourbon: Awalnya kultivar jenis bourbon di tumbuh kembangkan di Perancis pada tahun 1708, tanaman ini dikembangbiakkan di sebuah pulau Samudra Hindia yang bernama “Bourbon” dan sekarang lebih dikenal sebagai pulau bernama Reunion. Bourbon mempunyai karakteristik bentuk daun yang lebih lebar dan ceri yang lebih besar daripada jenis tanaman Typica. Akan tetapi, seperti tanaman typica, tanaman ini pun merupakan tanaman dengan bentuk kerucut. Bourbon menghasilkan 20-30% lebih banyak buah daripada tanaman Typica dan bisa menghasilkan minuman dengan rasa yang kaya.

Caturra: Kultivar ini dapat ditemukan di Brasil. Seperti kultivar bourbon, kultivar ini juga dinamai berdasarkan kota tempat ditemukan. Akan tetapi, meskipun kultivar ini ditemukan di Brasil, kultvar inidapat tumbuh dengan lebih baik di Kolombia dan Amerika Selatan. Seperti Bourbon, ia memiliki daun lilin yang lebar dan dengan pinggiran yang bergelombang. Akan tetapi, kultivar ini berukuran lebih pendek dengan penampilan yang tebal dan lebat. Meskipun Caturra mempunyai hasil yang lebih tinggi daripada Bourbon, akan tetapi, ia menghasilkan minuman yang lebih ringan dan membutuhkan banyak perawatan untuk berkembang.

Catuai: kultivar ini adalah hasil persilangan antara Caturra dan Mundo Novo. Seperti Caturra, Catuai adalah tanaman pendek dan lebat. Catuai ini membutuhkan banyak pemupukan untuk bisa berkembang, dan bisa menghasilkan ceri kuning atau merah dengan rasa seperti buah.

Mundo Novo: Kultivar Ini adalah hibrida yang dibentuk pada tahun 1940-an sebagai hasil persilangan kopi Bourbon dan kopi Typica. Kultivar ini tahan terhadap banyak penyakit, dan panennya sedikit lebih lambat dari jenis kopi lainnya.

Blue Mountain: Kultivar ini tumbuh di Jamaika. Kopi Blue Mountain tumbuh subur di dataran tinggi dan umumnya kultivar ini tumbuh di Blue Mountains of Jamaica.

Lebih dari 65% perdagangan kopi dunia di kuasai oleh jenis kopi arabika. Selain mendominasi pangsa pasar, saat ini kopi arabika lebih dihargai lebih tinggi hampir dua kali lipat dibandingkankopi robusta.

Penghasil kopi arabika terbesar berasal dari negara-negara Amerika Latin. Hampir 90% produksi kopi negara-negara Amerika Latin jenis arabika. Brasil merupakan produsen kopi arabika terbesar dunia. Sedangkan konsumen kopi terbesar dunia adalah negara-negara Uni Eropa, disusul Amerika Serikat dan Jepang. Kopi arabika juga banyak yang berasal dari Indonesia.

Dan berikut ini adalah lima jenis kopi arabika terbaik dari lima daerah di Indonesia::

Wamena, Papua

Kopi yang tumbuh di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya Wamena ini tidak menggunakan pupuk kimia. Kopi yang dikenal sebagai kopi organik ini mempuyai aroma dan cita rasa yang khas dibandingkan dengan cita rasa kopi Arabika yang lain.

Jika kopi arabika biasanya ditanam di ketinggian di atas 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), kopi ini ditanam di sekitaran tebing dengan minimum ketinggian 2.000 mdpl. Proses panen dan lokasinya yang sulit dijangkau tersebut membuat kopi ini terasa semakin enak..

Toraja, Sulawesi Selatan

Kopi Toraja Kalosi merupakan nama sebuah kopi yang berasal dari dua daerah yang berbeda. Biji kopi Toraja Kalosi di tanam di daerah pegunungan tinggi Sulawesi Selatan. Kalosi adalah nama kota kecil di Sulawesi yang merupakan tempat pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi, tempat dimana tumbuhnya kopi tersebut. Kopi Toraja juga sering disebut sebagai “Queen Of Coffee” karena memiliki taste yang seimbang dan unik dengan tingkat keasaman yang rendah, halus, lembut, serta cita rasa yang floral dan fruity. Sensasi rasa kopinya kuat, menembus lidah. Juga ada rasa kecut. Pahitnya muncul di ujung lidah tak lama setelah di minum.

Kopi asal Tana Toraja ini juga sangat tersohor kenikmatannya. Rasa identik dari kopi ini ialah kecokelatan, tembakau, atau caramel. Dari segi keasaman dan body menurutnya medium, cocok bagi semua kalangan yang tidak suka terlalu asam atau terlalu pahit. Selain itu, aroma herbal dari kopi Toraja tidak ditemukan didaerah lain dan inilah ciri khas yang dimiliki oleh Kopi Toraja. Satu hal yang membanggakan adalah bahwa kopi Toraja cukup dikenal dinegara-negara besar diseluruh dunia terutama di Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman, salah satunya adalah Key Coffee.

Arabika Gayo, Aceh

Kopi yang berasal dari daerah Tanah Gayo Aceh Tengah ini menjadi salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat maupun yang diekspor ke luar negeri.

Kopi Gayo memiliki ciri unik dengan kekhasan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi lain di Indonesia. Kopi Gayo menghasilkan sebagian besar jenis kopi Arabika terbaik. Cita rasa kopi Gayo sendiri terasa lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah. Aromanya yang sangat tajam menjadikan jenis kopi ini sangat disukai. Bahkan, kopi ini menjadi penghasil kopi terbesar di Asia. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih pada setiap tegukan.

Kopi gayo juga merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran tinggi Gayo, Sumatra, Indonesia. Kopi gayo telah mendapat Fair Trade Certified™ dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010, Kopi gayo menerima sertifikat IG (Indikasi Geogafis) diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Indonesia.

Kemudian pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, kembali kopi arabika gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score. Sertifikasi dan prestasi tersebut kian memantapkan posisi kopi gayo sebagai kopi organik terbaik dunia.

Flores, Nusa Tenggara Timur

Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang begitu menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa namanya, sebuah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah dari tempat kopi ini dihasilkan, ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma cokelat, spicy, strong, citrus, bunga, hingga kayu dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.

Dan itulah jenis kopi arabika secara global dan juga jenis-jenis kopi arabika yang berasal dari Indonesia.

Jika ingin mengetahui lebih panduan bertanamnya, pastikan anda mengikuti panduan budidaya kopi yang memiliki kualitas bagus dan tentu saja bisa mendatangkan keuntungan.

Mari kita sama-sama lestarikan kopi Indonesia dan mendukungnya untuk bisa bersaing secara Internasional karena kopi dari Indonesia juga tidak kalah enak dari kopi mancanegara.